Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Sinopsis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sinopsis. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2012

Sinopsis Totto-chan Gadis Cilik di Jendela


Totto-chan Gadis Cilik di Jendela

Guru-guru di sekolah , menganggap Totto-chan nakal . Padahal gadis cilik periang itu hanya memiliki keingin tahuan yang besar. Totto-chan akhirnya dikeluarkan dari sekolah dengan alasan selalu membuat keributan di kelas. Seperti memanggil para pemusik jalanan yang langsung membuat para murid ribut, hingga masalah laci Totto-chan yang selalu dibuka ratusan kali dan ditutup dengan cara dibanting.
            Mama tak bisa berbuat apa-apa selain menyekolahkan anaknya ke sekolah lain tanpa memberitahu apa yang terjadi padanya. Mama pun mendaftarkan Totto-chan ke Tomoe Gakuen. Totto-chan senang sekali, di sekolah itu para murid belajar didalam gerbong kereta sebagai pengganti ruang kelas. Ia bisa belajar sambil melihat ke halaman seolah-olah sedang melakukan perjalanan naik kereta.
            Di sekolah Tomoe, para murid bebas memilih urutan pelajaran yang mereka sukai. Kepala sekolah juga menetapkan makan siang dengan membawa sesuatu dari laut dan sesuatu dari gunung. Karena sekolah itu begitu unik, Totto-chan pun merasa kerasan.
            Hari demi hari dilewati Totto-chan dengan kegembiraan dan penistiwa yang tak terduga. Sampai sampai,ia juga anak lainnya tak menyadari bahwa Perang Pasifik sudah pecah - Sampai kemudian, perang dan segala kengeriannya telah mulai terasa di kehidupan Totto-chan dan keluarganya. Setiap hari, pana pria dan pemuda di sekitar tempat dikirim pergi untuk berperang.
            Hingga beberapa hari kemudian, Tomoe terbakar! Semuanya terjadi pada malam hari. Banyak bom yang dijatuhkan pesawat B29 menimpa gerbong-gerbong keias. Sekolah Tomoe sudah tak ada. Api berkobar menghancurkan semuanya. Totto-chan tak pernah tahu bagaimana perasaan kepala sekolah saat melihatnya, tapi yang ia tahu hatinya merasa sesak saat tahu keinginannya untuk menjadi guru di Tomoe telah hancur.
Baca Selengkapnya>>

Sinopsis Novel Anak dan Kemenakan


Anak dan Kemenakan

A. Sinopsis Novel

     Mr. Muhammad Yatim, dr.Aziz, Puti Bidasari, dan Sitti Nurmala adalah empat orang yang sudah menjalin persahabatan dari kecil, mereka semua berasal dari keluarga bangsawan. Selain hubungan persahabtan, diantara kedua pasangan anak muda itu juga terjalin hubungan antara kekasih. Mr. Muhammad Yatim mencintai Puti Bidasari, yang merupakan adik angkatnya dan dibesarkan dalam satu keluarga yaitu keluarga Sutan Alamsyah dan istrinya Sitti Maryam. Sedangkan Sitti Nurmala menjalin hubungan dengan dr.Aziz. Sitti Nurmala merupakan putri dari saudagar kaya di Padang yaitu Baginda Mais dan istinya Upik Bunngsu. Sutan Alamsyah sangat bahagia atas kedatangan anaknya Mr. Yatim dari negeri Belanda yang sudah menyelesaikan sekolahnya sebagai Hakim Tinggi sehingga dia mendapat gelar Master Doktor, yang pada saat itu adalah gelar tertinggi di Padang, dan hanya Mr. Yatim yang mendapat gelar tersebut.

   Sutan Alamsyah Hopjaksa ingin mempersandingkan anaknya Mr. yatim dengan keponakannya Puti Bidasari yang merupakan anak kakak perempuannya yaitu Putri Renosari dan Sutan Baheram, tapi lamaran Sutan Alamsyah ditolak, karena mereka tahu asal-usul Mr. Yatim yang bukan anak kandung Sutan Alamsyah. Mereka kira Mr. Yatim adalah anak tukang pedati yang miskin, meskipun dibesarkan dan diangkat anak oleh Sutan Alamsyah bahkan sampai disekolahkan dan mendapat gelar Mester Doktor di Negeri Belanda.
Adat tetap adat dan selalu membelenggu, mengukung dan membagi dalam tingkat kehidupan masyarakat, seperti halnya Putri Renosari yang ingin menikahkan anaknya dengan seorang bangsawan lagi. Bidasari akan dikawinkan dengan turunan bangsawan tinggi Sutan Malik, kemenakan Sutan Pamenan yang gemar berjudi dan menyabung ayam.Biaya pernikahan Puti Bidasari dengan Sutan Malik ditanggung oleh Baginda Mais yang merasa diuntungkan dengan pernikahan Puti Bidasari dan Sutan Malik, karena kesempatan untuk menikahkan putrinya Sitti Nurmala dengan Mr. Yatim terbuka lebar. Akankah Mr. Yatim menikah dengan Bidasari ataukah akan bersanding dengan Sitti Nurmala sebagaimana permintaan ayah angkatnya Sutan Alamsyah, sedangkan Sitti Nurmala adalah kekasih dr. Aziz yang merupakan sahabat karibnya dari kecil.

B. Unsusr-unsur Intrinsik Novel

1. Tema
Tema dari novel “Anak dan Kemenakan “ adalah kisah percintaan dua pasang anak manusia yang terhalang oleh adat yang membagi tingkat kehidupan masyarakat.
2. Latar atau setting
Di Padang : - di rumah Sutan Alamsyah Hopjaksa
- di rumah Bola
- di Gedung Pengadilan Padang
- di rumah Putri Renosari
- di rumah Baginda Mais

3. Alur atau Plot
Alur atau plot dalam novel ini menggunakan alur campuran
a. Tahapan Awal
Ketika pesta perayaan penyambutan Mr. Yatim, Baginda Mais meminta kepada Sutan Alamsyah untuk menjadikan Mr. Yatim sebagai menantunya, yaitu untuk dinikahkan dengan Sitti Nurmala. Sutan Alamsyah menolak permintaan Baginda Mais, karena Mr. Yatim sudah bertunanngan dengan Puti Bidasari, walaupun pertunangan itu belum resmi. Hal tersebut sangat mengecewakan Baginda Mais.

b. Tahapan Pertikaian
Putri Renosari dan Sutan Baheram menolak lamaran Sutan Alamsyah untuk dinikahkan dengan Mr. Yatim, karena perbedaan status sosial antara keturunan bangsawan dengan anak tukang pedati yang miskin. Selai itu Putri Renosari merasa bahwa pertunangan Mr. yatim dan Puti Bidasri diputuskan secara sepihak, mereka sebagai oarang tua kandung Puti Bidasari tidak diajak berunding. Putri Renosari mengucapkan kata-kata yang sangat menyakitkan keluarga Sutan Alamsyah. Kejadian tersebut menimbulkan perpecahan hubungan diantara kakak beradik tersebut.
c. Tahapan Perumitan
Putri Bidasari dibawa pergi dari rumah Sutan Alamsyah oleh kedua orang tuanya dan dilarang bertemu dengan Mr. Yatim. Hal yang paling membuat Mr. Yatim terguncang adalah ketika dia mendengar bahwa kedua orang tua yang sudah membesarkan dan memberikan kasih sayang, ternyata bukan orang tua kandung. Sutan Alamsyah menerima lamaran Baginda Mais untuk menjadikan Mr. Yatim sebagai menantunya dengan tiga syarat, yaitu: pernikahan Mr.Yatim harus dilaksanakan pada hari yang sama dengan pernikahan Puti Bidasari. Kedua, pernikahan Mr.Yatim harus lebih meriah dibandingkan pernikahan Puti Bidasari. Dan yang ketiga jika ada sesuatu hal yang membatalkan pernikahan Puti Bidasari maka pernikahan Mr.Yatim pun harus dibatalkan. Syarat yang ketiga ini membuat Baginda Mais bingung.
d. Tahapan Puncak
Mr.Yatim diminta untuk menikah dengan Sitti Nurmala oleh kedua orang tua angkatnya, dia merasa bingung jalan apa yang harus dia ambil. Disisi lain Sitti Nurmala adalah kekasih sahabatnya sejak kecil yaitu dr.Aziz, disisi lain dia tidak bisa menolak permintaan ayah angkatnya yang sudah membesarkan dia dan menyekolahkannya sampai menjadi orang yang sangat dihormati dan dikagumi di Padang, alas an yang paling memberatkan Mr.Yatim adalah karena dia sangat mencintai Puti Bidasari yang pada waktu itu akan dinikahkan kepada Sutan Malik yang mempunyai tabiat yang sangat buruk, gemar berjudi dan menyambung ayam. Pada suatu hari Puti Bidasari mengirim surat kepada Mr.Yatim yang isinya bahwa Puti Bidasari akan bunuh diri, karena tidak mau dipaksa kawin dengan Sutan Malik.

e. Tahapan Peleraian
Tibalah saatnya pernikahan Puti Bidasari dengan Sutan Malik yang dilaksanakan pada hari yang sama dengan pernikahan Mr.Yatim dengan Sitti Nurmala. Mr.Yatim menikahi Sitti Nurmala adalah sebuah rekayasa yang sudah direncanakannya dengan dr.Aziz dan Siti Nurmala. Setelah satu hari menikahi Sitti Nurmala, Mr.Yatim langsung menceraikannya. Hari itu Puti Bidasari merasa putus asa, karena akad pernikahannya dengan Sutan Malik akan segera dilakukan, tapi beberapa saat datanglah dr.Aziz, dia memanggil Sutan Pamenan untuk berbicara sebentar. dr.Aziz meminta Sutan Pamenan untuk membatalkan pernikahan keponakannya dengan Puti Bidasari dan kalau tidak, terpaksa dr.Aziz akan melaporkan Sutan Malik Kepada polisi karena dia terlibat dalam kasus pembakaran rumah tetangganya yang menewaskan satu orang. Dengan kasus itu Sutan Malik pasti dipenjara, karena Sutan Pamenan sangat menyayangi keponakannya maka dia membatalkan pernikahan itu. Akhirnya pernikahan Mr.Yatim pun batal, karena tidak mau menanggung malu maka Baginda Mais menikahkan puterinya Sitti Nurmala dengan dr.Aziz
f. Tahapan Akhir
Akhirnya Putri Renosari dan Sutan Baheram menerima lamaran Sutan Ali Akbar yang tidak lain pamannya Mr. Yatim, yang berasal dari Iderapura. Orang tua Bidasari sudah mengetahui bahwa sebenarnya Mr. Yatim adalah keturunan bangsawan tinggi yang setara dengan anaknya. Dengan terungkapnya jati diri Mr. Yatim, tidak ada lagi yang dapat menghalangi hubungannya dengan Bidasari, termasuk adapt istiadat masyarakat Padang. Setelah Mr. Yatim dan Puti Bidasari menikah mereka pindah ke tanah Jawa, karena Mr. Yatim dipindah tugaskan.
4. Sudut Pandang
Sudut pandang dalam novel “Anak dan Kemenakan” adalah sudut pandang orang ketiga.
5. Gaya Penulisan
Dalam penulisan novel yang berjudul “Anak dan Kemenakan” pengarang banyak menceritakan adat istiadat yang terdapat di daerahnya. Pada umumnya dalam setiap novelnya pengarang menggunakan bahasa melayu. Terdapat beberapa majas, diantaranya majas personifikasi, majas metafora dan majas metonimia.
6. Penokohan
Mr.Muhammad Yatim : baik, bijaksana, penurut
Puti Bidasari : baik, penurut pada orang tua
Sitti Nurmala : baik, penurut
dr.Aziz : baik
Sutan Alamsyah Hopjaksa : bijaksana
Baginda Mais : sombong, kaya
Sutan Pamenan : suka berjudi, serig menikah
Sutan Malik : jahat, penjudi
Putri Renasari : orang tua yang masih memegang adat
7. Amanat
Amanat yang diambil dari novel yang berjudul “Anak dan Kemenakan” adalah bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasan yang setimpal. Tuhan pasti akan memberikan jalan setiap kita mengalami kesulitan. Kita harus taat dan patuh kepada orang tua, dan yang paling penting amanat dari novel ini adalah habis gelap terbitlah terang.
Baca Selengkapnya>>

Minggu, 04 Maret 2012

Sinopsis Novel Surat Kecil Untuk Tuhan


Sinopsis Novel :

Ada seorang anak remaja yang bernama Keke. Umurnya 13 tahun. Dia remaja aktif yang duduk di kelas 2 SMP. Suatu pagi Dia terbangun dengan mata memerah kemudian hidungnya berdarah. Ayahnya membawa dia ke Dokter untuk diperiksa.

Awalnya Dia pikir, keke hanya flu biasa dan kelelahan sehabis mengikuti olah raga volley. Tetapi Dia salah, ayahnya mendapatkan kabar kalau keke terserang kanker ganas. Kanker itu dapat membunuhnya dalam waktu lima hari. Ayah keke merahasiakan kanker itu darinya, ia takut bila keke tahu harus dioperasi dengan kehilanagan sebagian wajah kirinya.

Hari berlanjut, di wajah keke mulai tumbuh gumpalan sebesar bola tennis dan perlahan sebesar buah kelapa. keke menangis, tapi tak ada yang mau memberi tahu penyakit apa yang ada di wajahnya. Keke jalani hidupnya senormal mungkin, namun kanker itu menghalangi langkahnya, keke tidak ingin menangis dan berpikir dia sakit. Walau Dia sadar bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.

Tuhan memberikan nafas panjang padanya untuk bertahan selama tiga tahun dari penyakit ini. keke pun menulis surat kecil pada Tuhan, semoga tidak ada lagi orang yang mengalami hal yang sama dengannya.
Ini adalah Surat Kecil Untuk Tuhan yang ditulis dengan keke :

TUHAN …
ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku INGIN TIDAK ADA TANGISAN
ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku TIDAK INGIN ADA LAGI HAL YANG SAMA TERJADI PADAKU
TERJADI PADA SIAPAPUN

TUHAN …
ANDAI Aku BISA MEMOHON
JANGAN ADA TANGIS DAN DUKA DI DUNIA LAGI
TUHAN ANDAI Aku BISA MENULIS SURAT UNTUKMU
JANGAN PISAHKAN Aku DARI SAHABAT DAN ORANG YANG Aku SAYANGIN.

Aku INGIN MENJADI DEWASA SEPERTI BURUNG YANG BISA TERBANG KETIKA IA DEWASA
Aku INGIN AYAH MELIHAT Aku KETIKA Aku MEMILIKI LAGI KEINDAHAN GERAIAN RAMBUT..

TUHAN …
SURAT KECILKU INI..
ADALAH PERMINTAAN TERAKHIRKU
ANDAI Aku BISA KEMBALI..

Analisis Unsur Intrinsik :
• Tema : Perjuangan seorang Remaja melawan penyakit kanker Ganas
                 (Rabdomiosarcoma),tetapi memiliki semangat untuk Hidup.
• Penokohan :
   ~Keke (Tokoh utama yang Berperan Sebagai  “Aku”) :
                 Seorang remaja yang aktif,cerdas,dan percaya diri.Memiliki
                 Keinginan dan cita-cita dirinya sendiri,walau hidupnya tidak akan lama-
      Lagi.Hal ini dapat dilihat dari
                  Bacaan hal 11 : “Satu Lagi kebiasaanku setiap pulang sekolah
                  Sambil menunggu ayah selesai bekerja di kantor sekolah.Aku
                  Sering ikut  ekstrakulikuler volley dengan kakak-kakak kelas dan kedua
                  Kakakku.Selain itu, aku juga suka ikut membantu mereka untuk mem-
                  Buat Mading (Majalah Dinding).Kemudian aku diarahkan oleh kakak
                       Kelasku menjadi team Kreatif MADING karena kata mereka aku ber-
                  Bakat menggambar dan daya imajinasiku tinggi.Bagitu kata mereka.”
   ~Ayah Keke (Dalam cerita Disebut “Ayah”) :
Seorang ayah yang bijaksana dan perhatian kepada ketiga Anaknya.Hal ini
dapat dilihat dari Bacaan Hal 61 :
“Aku menolak di gigitan kedua, tetapi ayah dengan setia berada disam-
pingku dan terus memberikan dukungan kepadaku sambil merayuku untuk
memakan obat-obat herbal tersebut.’Ayo, Keke…Dimakan sayang… kan


Kamu mau sembuh.Kita berangkat umroh sama-sama nanti kalau kamu
Sembuh.Nanti di tanah suci kita bersyukur kepada Allah karena kamu dibe-
rikan kesehatan.Kamu mau kan sayang…??? Kata Ayah’ “                          

 ~Andi :
            Pehatian dan Penyayang.Hal ini dapat dilihat dari bacaan Hal 72. :
            “Keke, Andi tau kamu marah terhadap keadaan! Tapi bukanlah menyiksa-
            diri seperti ini bukanlah Keke yang sesungguhnya?! Keke yang sesu-
            ngguhnya adalah orang yang Andi cintai dan seorang gadis yang tabah.Keke
            yang Andi cintai adalah putri yang selalu tersenyum dan riang dalam keada-
            an apapun! “ Ujar Andi.
~Pak Iyus :
            Sangat setia pada keluarga Keke.Baik penyabar, perhatian terhadap Keke.
            Hal ini dapat dilihat Dari bacaan Hal 113 :
            “Kamu tenang aja, Ke…. Nggak usah khawatir.Ada ayah,ada kak
            Chika,ada kak Kiki dan ada pak Iyus yang nemenin kamu kemana aja.
            Pokoknya kamu tenang aja…. Mendingan kita lanjutkan Makan kita
            ini, oke?” Ujar pak Iyus sambil mengajakku bercanda.
~Sahabat-Sahabat Keke. (Fadha,Maya,Shifa,Ida,Andhini)
Baik, setia menemani Keke Disaat-saat terakhir Keke baik, setia Kawan.
Hal ini dapat dilihat dari Bacaan Hal 99 :
“Hal pertama yang kulakukan ketika aku kembali ke bangku sekolahku, yaitu..

Kuletakkan tanganku dan kusentuh dengan jariku.Rasa lembut meja coklat
Ini nyaris telah kulupakan. Fadha dan Sahabat-sahabatku hanya tersenyum
Padaku sambil berkata……
“Welcome back,Keke..!!” Ujar Mereka..”

 ~Bibi :
            Seorang Pembantu rumah tangga yang baik dan perhatian kepada Keke.
            Hal ini dapat dilihat dari bacaan Hal 13-14 :
            Ayah sudah menunggu di mobil bersama supirnya. Aku berlari menuju
            bangku belakang.Lalu ayah berkata padaku,
            “Lama banget sih… Katanya mau latihan dulu sebelum upacara pagi ini! “
            “Aduh ayah.. Maaf, tadi kesiangan sedikit.. “
            Lalu Bibi memberikan roti kepada ayah untuk diberikan padaku
            “Ini, makan roti yang sudah disiapkan Bibi!”
~Kak Kiki :
            Suka Bercanda dan sedikit jahil kepada Keke.Hal ini dapat dilihat dari
Bacaan Hal 29:
            “Kak Kiki tidak percaya begitu saja.Saat aku lengah, dia langsung mencopot
            Kacamata hitamku. Akhirnya semua pun tau. Benar saja dugaanku!! Tawa
            Kakakku meledak dan ia terlihat senang melihat wajahku. Untungnya ayah
            Langsung melotot ke arah kakakku dan kak Kiki pun terdiam. Ayah mem-
            perhatikan keadaan mataku. Ia sedikit panik melihat aku bisa tertular pe-
            nyakit mata karena sejak kecil aku terbilang jarang sakit.”

~Angel :
            Sombong,norak,dan suka mengejek sesama temannya.Hal ini dapat dilihat
            Dari bacaan Hal 33 :
            Sebelum pertandingan,Angel sempat mendatangi timku.
            “Aduh, kayaknya kalau memang dengan keadaan musuh yang sakit nggak
            Enak juga ya? Tapi apa boleh buat.. Kita terpaksa harus menang dengan
            Keadaan kayak gini!”
            Fadha langsung bangkit. Aku menarik tangannya untuk tidak melayani
            Ejekan Angel.
            “Oops. Awas ada yang mau nubruk. Sebaiknya simpan aja tenaganya buat
            Ngalahin kita.. Daa… “Ucap Angel sambil meninggalkan kami”.
~dr.Adi Kusuma :
            Seorang Dokter yang pertama merawat Keke ketika Keke sakit.dr.Adi sangat
            Baik merawat Keke.Hal ini dapat dilihat dari bacaan Hal 35-36 :
            “Jadi, Keke kenapa dok? Kok sakit mata sampe mimisan gitu?”
            “Hmm.. Sampai sejauh ini sih saya kira Sinus. Tapi belum tau juga kalau
            belum di Ronsen. Sekarang saya tulis resep aja. Kalau bisa sih Keke jangan
            sekolah dulu selama proses pengobatan..”
            “Iya..” Jawabku singkat.
            “Obat ini diminum dulu secara teratur selama 5 hari. Bila tidak ada peru-
            bahan, saya akan buat surat pegantar ke dokter THT (Telinga Hidung Teng-
            gorokan).”Ujar dokter Adi Kusuma.


 ~Prof.Mukhlis :
            Seorang Profesor yang ahli dalam bidang kanker.Prof Mukhlis sangat berju-
            ang dalam mengatasi penyakit kanker Keke.Hal ini dapat dilihat dari bacaan
            Hal 115 :
            “Kita coba lakukan hal yang sama, yaitu dengan proses kemoterapi satu
            Seri lagi,dilanjutkan dengan  Radioterapi dengan disinar. Jika ini belum ber-
            Hasil maka akan saya diskusikan dengan teman-teman saya di Universitas
            Indonesia. Kita bedoa saja, semoga cara ini berhasil.” Kalimat pesimis dari
            Prof Mukhlis.
• Latar/setting :   ~ Latar tempat kejadian dalam cerita ini adalah di Kota Jakarta.
                                    Tepatnya di kawasan Green Garden-Jakarta menuju ke
Pedagang Kaki lima.
                                 ~ Latar waktu kejadian dalam novel tersebut adalah malam
 Hari
                                 ~ Suasana Kejadian dalam novel tersebut adalah Menyenangkan
            Ketiga latar dalam kutipan novel tersebut terungkap dalam cerita pada Ba-
            caan Hal 111.  “ . . .Ayah pun mangajak kami makan malam diluar sambil
            menikmati udara malam Kota Jakarta, karena hari ini menu makan malam 
            kami tidak tersedia. Sejenak kami menikmati sea food di kaki lima yang
            enak di kawasan Green Garden.Aku senang kami bisa tertawa bersama-
            sama dan aku berhasil melenyapkan rasa gundah dihati ayah dan kakak-
kakakku.”
           

• Alur/plot : Dari kutipan novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” memiliki alur yang
                        Bersifat maju.Jalinan cerita disusun berdasarkan urutan waktu-
                        yang berjalan ke depan.Bukan berbalik ke masa lalu/lampau.
1.Tahap perkenalan/Penyituasian :
   Tahap ini dapat dilihat dari bacaan Hal 5 :
   Hai sobat,,kenalkan. Namaku Gita Sesa Wanda Cantika.terlalu panjang ya….Ok!
   Biar gampang sebut saja namaku Keke. Aku anak ke-tiga dari tiga
   Bersaudara. Aku mempunyai dua kakak laki-laki,namanya juga dipersingkat
   Saja.Panggil mereka Chiko yang tampan dan Kiki yang manis.Hehehe….
   Jadi diantara keluarga ku, aku adalah anak perempuan satu-satunya.
   Chika adalah kakak tertuaku.Dia lebih tua 8 tahun dari aku. Saat ini selain
   kuliah, dia juga bekerja di salah satu Free Magazine di Jakarta. Tentu saja
   dia adalah kakak kebanggaanku karena ia dapat membagi waktu antara
   kuliah dan bekerja tanpa merepotkan orangtua kami.
2.Tahap permunculan konflik :
   Tahap ini dapat dilihat dari bacaan hal 28 :
   Setelah kakakku sembuh, sepertinya ada yang aneh ketika aku terbangun di pagi hari.
   Aku merasa mataku terasa perih .aku segera melihat di cermin di lemari kamar.
   Astaga!! Mataku memerah.Apa yang aku takutkan benar-benar terjadi!
   Aku  tertular penyakit mata Dari kakak. Aku memang sudah berpikir akan menerima
   penyakit   ini karena Karma meledek kak kiki. Kalau sudah begini aku hanya bisa
   pasrah. Mungkin aku dikutuk kakak karena ejekan saat itu. Untuk menghindar
    keadaan  memalukan, aku sengaja memakai kacamata hitam saat hendak makan pagi.
   Rasanya malu sekali untuk makan pagi bersama bila kakakku melihat wajahku ini.
3.Tahap peningkatan konflik :
   Tahap ini dapat dilihat dari bacaan Hal 34 (Ketika keke sedang bermain Volly) :
   Saat sebuah bola melayang di depanku, Fadha berteriak padaku
   Untuk mengoper bola padanya, tapi kepalaku merasa sedikit pusing sehingga akhirnya gagal.
   Mataku berkunang-kunang. Tiba-tiba Maya mendekati aku sambil berkata,
   “Ke,, hidung loe mimisan..”
   “Apa? “
    Aku menyadari seluruh kaos olahragaku tersiram tetesan darah. Per-
    tandingan langsung dihentikan. Aku terkejut tak menyadari hidungku
    mulai mengeluarkan darah segar. Dan aku mulai merasa tambah sulit ber-
    nafas sehingga harus menggunakan mulutku sebagai bantuan.
4.Tahap Klimasi :
    Tahap ini dapat dilihat dari bacaan Hal 39 (Ketika keke sedang diperiksa
    Oleh Prof. Lukman)
    Aku hanya melihat ayah masih sempat bercanda denganku walau  aku tau kami
    sendiri bingung dengan permintaan Prof. Lukman padaku.
    Aku duduk dikursi yang ada didepan ruangan. Suara di dalam ruangan tidak
    Terdengar sehingga keadaan menjadi sunyi. Prof. Lukman mulai menghela
    Nafas untuk memulai pembicaraan dengan ayah sambil memperhatikan
    Hasil copy scenen kepalaku.
   “Pak Jody..”Panggil Prof. lukman pada ayahku.
   “Iya, Prof.Bagaimana hasil diagnosa copy scenen-nya?” Tanya Ayah.
   “ Hmm… Mohon Bapak kuat mendengar semua ini! “ Jelas Prof. Lukman
   Yang mulai membuat ayah sedikit bingung.
   “Ada apa dengan putri saya, Prof?” Tanya ayah.
   “ Hasil diagnose saya menunjukkan secara positif putri bapak terinfeksi
   Penyakit Rabdomiosarkoma. “
   “ Hah??? Rabdo…. “ Ujar ayah kesulitan mengulang kata-kata yang baru Didengarnya.
  “Ya,Rabdomiosarkoma … Penyakit ini secara luas dikatakan tergolong  Kanker.”
  “Astaga…. Kanker?? “ Ayah terkejut.
  “Benar, putri bapak positif positif terinfeksi penyakit  Rabdomiosarkoma atau dalam
   bahasa lokalnya kanker jaringan lunak!”
5.Tahap Penyelesaian :
   Tahap ini dapat dilihat dari bacaan Hal 79-80 (saat penyembuhan melalui
   Tahap Kemoterapi) Pecakapan Ayah & Prof Mukhlis.:

   “Prof., adakah cara lain untuk putri saya? Sebab Keke adalah putri saya
   Satu-satunya yang saya miliki. Saya tidak sanggup melihat dia kelak me-
   natap masa depan tanpa wajah yang sempurna! “ Ujar Ayah menangis.
   “Saya mengerti pak,, Saya mengerti! Tapi walaupun ada cara lain saya
   Tidak yakin ini bisa berhasil.!”
   Ayah bangkit dan seperti terjadi harapan mendengar kalimat itu.
   “Apapun caranya selain operasi, Saya rela Prof. Saya tidak ingin terjadi
   Hal yang buruk akibat operasi ini dan menjadikan masa depan putri saya
   Sebagai taruhan!!” Jelas ayah.
   Prof Mukhlis hanya diam sejenak dan mulai bicara pilihan lain.
   “Kemoterapi… Mungkin cara ini bisa membuat Keke sembuh tapi saya tidak
   Menjamin sama sekal. Saya akan berusaha agar cara ini berhasil! “
   “Apa itu Kemoterapi? “ Tanya ayah.
   “Kemoterapi sejenis pemberian obat-obat tertentu melalui darah yang bisa
   Membunuh pertumbuhan sel kanker. Obat ini adalah obat keras. Pada
   Kasus putri anda karena masih terlalu kecil, saya hanya takut adanya pe-
   nolakan dalam tubuhnya! “

• Gaya bahasa : Gaya bahasa bentuk ungkapan :

                                    Hal ini dapat dilihat dari bacaan hal 83 :
            → Aku merasa bagaikan makhluk asing yang tiba di Bumi. Ditempatkan
                 Di sebuah ruang kosong.
                       
• Sudut Pandang : → Sebagai Orang Pertama yang menceritakan tentang dirinya Sendiri.
            Bukti dapat dilihat dari bacaan Hal 5 :
            Hai sobat,,kenalkan. Namaku Gita Sesa Wanda Cantika.terlalu panjang ya..
            Ok! Biar gampang sebut saja namaku Keke. Aku anak ke-tiga dari tiga
            Bersaudara. Aku mempunyai dua kakak laki-laki,namanya juga dipersingkat
            Saja.Panggil mereka Chiko yang tampan dan Kiki yang manis.Hehehe….
            Jadi diantara keluarga ku, aku adalah anak perempuan satu-satunya.
• Amanat/pesan :
            `Jangan mudah menyerah menjalani hidup ini, meskipun harus menderita
            Penyakit kanker (Kanker Rabdomiosarkoma)
   Bukti → Hal 64 : “…Ayah..Keke udah cukup sabar.Tapi Keke sudah tidak sanggup
                   Lagi…!! Keke ingin menyerah dan lebih baik Keke mati saja..!!”



Baca Selengkapnya>>
Jika Artikel Forum Komunitas Ilmu Bermanfaat Untuk Anda Silahkan Masukkan Email Valid Anda Untuk Medapat Update Terbaru Dari Kami Terimakasih

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


Tukar link atau disebut Link Exchange adalah untuk memper,erat tali persaudaraan diantara sesama blogger karna itulah jika sobat blogger ada yang  ingin Tukar Link dengan Forum Komunitas Ilmu silahkan anda copy Link kami dibawah ini:


Link Forum Komunitas Ilmu

Banner Forum Komunitas Ilmu
Photobucket


Dimohon perhatianya kalau anda pasang link saya disidebar saya juga pasang disidebar tapi......!kalau anda pasang di postingan saya juga pasang dipostingan sebelumnya minta maaf dan terima kasih.
NB:kalau link saya anda hapus link anda juga saya hapus.

Link Sahabat Blogger