Ads 468x60px

Minggu, 04 Maret 2012

Sinopsis Novel Surat Kecil Untuk Tuhan


Sinopsis Novel :

Ada seorang anak remaja yang bernama Keke. Umurnya 13 tahun. Dia remaja aktif yang duduk di kelas 2 SMP. Suatu pagi Dia terbangun dengan mata memerah kemudian hidungnya berdarah. Ayahnya membawa dia ke Dokter untuk diperiksa.

Awalnya Dia pikir, keke hanya flu biasa dan kelelahan sehabis mengikuti olah raga volley. Tetapi Dia salah, ayahnya mendapatkan kabar kalau keke terserang kanker ganas. Kanker itu dapat membunuhnya dalam waktu lima hari. Ayah keke merahasiakan kanker itu darinya, ia takut bila keke tahu harus dioperasi dengan kehilanagan sebagian wajah kirinya.

Hari berlanjut, di wajah keke mulai tumbuh gumpalan sebesar bola tennis dan perlahan sebesar buah kelapa. keke menangis, tapi tak ada yang mau memberi tahu penyakit apa yang ada di wajahnya. Keke jalani hidupnya senormal mungkin, namun kanker itu menghalangi langkahnya, keke tidak ingin menangis dan berpikir dia sakit. Walau Dia sadar bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.

Tuhan memberikan nafas panjang padanya untuk bertahan selama tiga tahun dari penyakit ini. keke pun menulis surat kecil pada Tuhan, semoga tidak ada lagi orang yang mengalami hal yang sama dengannya.
Ini adalah Surat Kecil Untuk Tuhan yang ditulis dengan keke :

TUHAN …
ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku INGIN TIDAK ADA TANGISAN
ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku TIDAK INGIN ADA LAGI HAL YANG SAMA TERJADI PADAKU
TERJADI PADA SIAPAPUN

TUHAN …
ANDAI Aku BISA MEMOHON
JANGAN ADA TANGIS DAN DUKA DI DUNIA LAGI
TUHAN ANDAI Aku BISA MENULIS SURAT UNTUKMU
JANGAN PISAHKAN Aku DARI SAHABAT DAN ORANG YANG Aku SAYANGIN.

Aku INGIN MENJADI DEWASA SEPERTI BURUNG YANG BISA TERBANG KETIKA IA DEWASA
Aku INGIN AYAH MELIHAT Aku KETIKA Aku MEMILIKI LAGI KEINDAHAN GERAIAN RAMBUT..

TUHAN …
SURAT KECILKU INI..
ADALAH PERMINTAAN TERAKHIRKU
ANDAI Aku BISA KEMBALI..

Analisis Unsur Intrinsik :
• Tema : Perjuangan seorang Remaja melawan penyakit kanker Ganas
                 (Rabdomiosarcoma),tetapi memiliki semangat untuk Hidup.
• Penokohan :
   ~Keke (Tokoh utama yang Berperan Sebagai  “Aku”) :
                 Seorang remaja yang aktif,cerdas,dan percaya diri.Memiliki
                 Keinginan dan cita-cita dirinya sendiri,walau hidupnya tidak akan lama-
      Lagi.Hal ini dapat dilihat dari
                  Bacaan hal 11 : “Satu Lagi kebiasaanku setiap pulang sekolah
                  Sambil menunggu ayah selesai bekerja di kantor sekolah.Aku
                  Sering ikut  ekstrakulikuler volley dengan kakak-kakak kelas dan kedua
                  Kakakku.Selain itu, aku juga suka ikut membantu mereka untuk mem-
                  Buat Mading (Majalah Dinding).Kemudian aku diarahkan oleh kakak
                       Kelasku menjadi team Kreatif MADING karena kata mereka aku ber-
                  Bakat menggambar dan daya imajinasiku tinggi.Bagitu kata mereka.”
   ~Ayah Keke (Dalam cerita Disebut “Ayah”) :
Seorang ayah yang bijaksana dan perhatian kepada ketiga Anaknya.Hal ini
dapat dilihat dari Bacaan Hal 61 :
“Aku menolak di gigitan kedua, tetapi ayah dengan setia berada disam-
pingku dan terus memberikan dukungan kepadaku sambil merayuku untuk
memakan obat-obat herbal tersebut.’Ayo, Keke…Dimakan sayang… kan


Kamu mau sembuh.Kita berangkat umroh sama-sama nanti kalau kamu
Sembuh.Nanti di tanah suci kita bersyukur kepada Allah karena kamu dibe-
rikan kesehatan.Kamu mau kan sayang…??? Kata Ayah’ “                          

 ~Andi :
            Pehatian dan Penyayang.Hal ini dapat dilihat dari bacaan Hal 72. :
            “Keke, Andi tau kamu marah terhadap keadaan! Tapi bukanlah menyiksa-
            diri seperti ini bukanlah Keke yang sesungguhnya?! Keke yang sesu-
            ngguhnya adalah orang yang Andi cintai dan seorang gadis yang tabah.Keke
            yang Andi cintai adalah putri yang selalu tersenyum dan riang dalam keada-
            an apapun! “ Ujar Andi.
~Pak Iyus :
            Sangat setia pada keluarga Keke.Baik penyabar, perhatian terhadap Keke.
            Hal ini dapat dilihat Dari bacaan Hal 113 :
            “Kamu tenang aja, Ke…. Nggak usah khawatir.Ada ayah,ada kak
            Chika,ada kak Kiki dan ada pak Iyus yang nemenin kamu kemana aja.
            Pokoknya kamu tenang aja…. Mendingan kita lanjutkan Makan kita
            ini, oke?” Ujar pak Iyus sambil mengajakku bercanda.
~Sahabat-Sahabat Keke. (Fadha,Maya,Shifa,Ida,Andhini)
Baik, setia menemani Keke Disaat-saat terakhir Keke baik, setia Kawan.
Hal ini dapat dilihat dari Bacaan Hal 99 :
“Hal pertama yang kulakukan ketika aku kembali ke bangku sekolahku, yaitu..

Kuletakkan tanganku dan kusentuh dengan jariku.Rasa lembut meja coklat
Ini nyaris telah kulupakan. Fadha dan Sahabat-sahabatku hanya tersenyum
Padaku sambil berkata……
“Welcome back,Keke..!!” Ujar Mereka..”

 ~Bibi :
            Seorang Pembantu rumah tangga yang baik dan perhatian kepada Keke.
            Hal ini dapat dilihat dari bacaan Hal 13-14 :
            Ayah sudah menunggu di mobil bersama supirnya. Aku berlari menuju
            bangku belakang.Lalu ayah berkata padaku,
            “Lama banget sih… Katanya mau latihan dulu sebelum upacara pagi ini! “
            “Aduh ayah.. Maaf, tadi kesiangan sedikit.. “
            Lalu Bibi memberikan roti kepada ayah untuk diberikan padaku
            “Ini, makan roti yang sudah disiapkan Bibi!”
~Kak Kiki :
            Suka Bercanda dan sedikit jahil kepada Keke.Hal ini dapat dilihat dari
Bacaan Hal 29:
            “Kak Kiki tidak percaya begitu saja.Saat aku lengah, dia langsung mencopot
            Kacamata hitamku. Akhirnya semua pun tau. Benar saja dugaanku!! Tawa
            Kakakku meledak dan ia terlihat senang melihat wajahku. Untungnya ayah
            Langsung melotot ke arah kakakku dan kak Kiki pun terdiam. Ayah mem-
            perhatikan keadaan mataku. Ia sedikit panik melihat aku bisa tertular pe-
            nyakit mata karena sejak kecil aku terbilang jarang sakit.”

~Angel :
            Sombong,norak,dan suka mengejek sesama temannya.Hal ini dapat dilihat
            Dari bacaan Hal 33 :
            Sebelum pertandingan,Angel sempat mendatangi timku.
            “Aduh, kayaknya kalau memang dengan keadaan musuh yang sakit nggak
            Enak juga ya? Tapi apa boleh buat.. Kita terpaksa harus menang dengan
            Keadaan kayak gini!”
            Fadha langsung bangkit. Aku menarik tangannya untuk tidak melayani
            Ejekan Angel.
            “Oops. Awas ada yang mau nubruk. Sebaiknya simpan aja tenaganya buat
            Ngalahin kita.. Daa… “Ucap Angel sambil meninggalkan kami”.
~dr.Adi Kusuma :
            Seorang Dokter yang pertama merawat Keke ketika Keke sakit.dr.Adi sangat
            Baik merawat Keke.Hal ini dapat dilihat dari bacaan Hal 35-36 :
            “Jadi, Keke kenapa dok? Kok sakit mata sampe mimisan gitu?”
            “Hmm.. Sampai sejauh ini sih saya kira Sinus. Tapi belum tau juga kalau
            belum di Ronsen. Sekarang saya tulis resep aja. Kalau bisa sih Keke jangan
            sekolah dulu selama proses pengobatan..”
            “Iya..” Jawabku singkat.
            “Obat ini diminum dulu secara teratur selama 5 hari. Bila tidak ada peru-
            bahan, saya akan buat surat pegantar ke dokter THT (Telinga Hidung Teng-
            gorokan).”Ujar dokter Adi Kusuma.


 ~Prof.Mukhlis :
            Seorang Profesor yang ahli dalam bidang kanker.Prof Mukhlis sangat berju-
            ang dalam mengatasi penyakit kanker Keke.Hal ini dapat dilihat dari bacaan
            Hal 115 :
            “Kita coba lakukan hal yang sama, yaitu dengan proses kemoterapi satu
            Seri lagi,dilanjutkan dengan  Radioterapi dengan disinar. Jika ini belum ber-
            Hasil maka akan saya diskusikan dengan teman-teman saya di Universitas
            Indonesia. Kita bedoa saja, semoga cara ini berhasil.” Kalimat pesimis dari
            Prof Mukhlis.
• Latar/setting :   ~ Latar tempat kejadian dalam cerita ini adalah di Kota Jakarta.
                                    Tepatnya di kawasan Green Garden-Jakarta menuju ke
Pedagang Kaki lima.
                                 ~ Latar waktu kejadian dalam novel tersebut adalah malam
 Hari
                                 ~ Suasana Kejadian dalam novel tersebut adalah Menyenangkan
            Ketiga latar dalam kutipan novel tersebut terungkap dalam cerita pada Ba-
            caan Hal 111.  “ . . .Ayah pun mangajak kami makan malam diluar sambil
            menikmati udara malam Kota Jakarta, karena hari ini menu makan malam 
            kami tidak tersedia. Sejenak kami menikmati sea food di kaki lima yang
            enak di kawasan Green Garden.Aku senang kami bisa tertawa bersama-
            sama dan aku berhasil melenyapkan rasa gundah dihati ayah dan kakak-
kakakku.”
           

• Alur/plot : Dari kutipan novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” memiliki alur yang
                        Bersifat maju.Jalinan cerita disusun berdasarkan urutan waktu-
                        yang berjalan ke depan.Bukan berbalik ke masa lalu/lampau.
1.Tahap perkenalan/Penyituasian :
   Tahap ini dapat dilihat dari bacaan Hal 5 :
   Hai sobat,,kenalkan. Namaku Gita Sesa Wanda Cantika.terlalu panjang ya….Ok!
   Biar gampang sebut saja namaku Keke. Aku anak ke-tiga dari tiga
   Bersaudara. Aku mempunyai dua kakak laki-laki,namanya juga dipersingkat
   Saja.Panggil mereka Chiko yang tampan dan Kiki yang manis.Hehehe….
   Jadi diantara keluarga ku, aku adalah anak perempuan satu-satunya.
   Chika adalah kakak tertuaku.Dia lebih tua 8 tahun dari aku. Saat ini selain
   kuliah, dia juga bekerja di salah satu Free Magazine di Jakarta. Tentu saja
   dia adalah kakak kebanggaanku karena ia dapat membagi waktu antara
   kuliah dan bekerja tanpa merepotkan orangtua kami.
2.Tahap permunculan konflik :
   Tahap ini dapat dilihat dari bacaan hal 28 :
   Setelah kakakku sembuh, sepertinya ada yang aneh ketika aku terbangun di pagi hari.
   Aku merasa mataku terasa perih .aku segera melihat di cermin di lemari kamar.
   Astaga!! Mataku memerah.Apa yang aku takutkan benar-benar terjadi!
   Aku  tertular penyakit mata Dari kakak. Aku memang sudah berpikir akan menerima
   penyakit   ini karena Karma meledek kak kiki. Kalau sudah begini aku hanya bisa
   pasrah. Mungkin aku dikutuk kakak karena ejekan saat itu. Untuk menghindar
    keadaan  memalukan, aku sengaja memakai kacamata hitam saat hendak makan pagi.
   Rasanya malu sekali untuk makan pagi bersama bila kakakku melihat wajahku ini.
3.Tahap peningkatan konflik :
   Tahap ini dapat dilihat dari bacaan Hal 34 (Ketika keke sedang bermain Volly) :
   Saat sebuah bola melayang di depanku, Fadha berteriak padaku
   Untuk mengoper bola padanya, tapi kepalaku merasa sedikit pusing sehingga akhirnya gagal.
   Mataku berkunang-kunang. Tiba-tiba Maya mendekati aku sambil berkata,
   “Ke,, hidung loe mimisan..”
   “Apa? “
    Aku menyadari seluruh kaos olahragaku tersiram tetesan darah. Per-
    tandingan langsung dihentikan. Aku terkejut tak menyadari hidungku
    mulai mengeluarkan darah segar. Dan aku mulai merasa tambah sulit ber-
    nafas sehingga harus menggunakan mulutku sebagai bantuan.
4.Tahap Klimasi :
    Tahap ini dapat dilihat dari bacaan Hal 39 (Ketika keke sedang diperiksa
    Oleh Prof. Lukman)
    Aku hanya melihat ayah masih sempat bercanda denganku walau  aku tau kami
    sendiri bingung dengan permintaan Prof. Lukman padaku.
    Aku duduk dikursi yang ada didepan ruangan. Suara di dalam ruangan tidak
    Terdengar sehingga keadaan menjadi sunyi. Prof. Lukman mulai menghela
    Nafas untuk memulai pembicaraan dengan ayah sambil memperhatikan
    Hasil copy scenen kepalaku.
   “Pak Jody..”Panggil Prof. lukman pada ayahku.
   “Iya, Prof.Bagaimana hasil diagnosa copy scenen-nya?” Tanya Ayah.
   “ Hmm… Mohon Bapak kuat mendengar semua ini! “ Jelas Prof. Lukman
   Yang mulai membuat ayah sedikit bingung.
   “Ada apa dengan putri saya, Prof?” Tanya ayah.
   “ Hasil diagnose saya menunjukkan secara positif putri bapak terinfeksi
   Penyakit Rabdomiosarkoma.
   “ Hah??? Rabdo…. “ Ujar ayah kesulitan mengulang kata-kata yang baru Didengarnya.
  “Ya,Rabdomiosarkoma … Penyakit ini secara luas dikatakan tergolong  Kanker.”
  “Astaga…. Kanker?? “ Ayah terkejut.
  “Benar, putri bapak positif positif terinfeksi penyakit  Rabdomiosarkoma atau dalam
   bahasa lokalnya kanker jaringan lunak!”
5.Tahap Penyelesaian :
   Tahap ini dapat dilihat dari bacaan Hal 79-80 (saat penyembuhan melalui
   Tahap Kemoterapi) Pecakapan Ayah & Prof Mukhlis.:

   “Prof., adakah cara lain untuk putri saya? Sebab Keke adalah putri saya
   Satu-satunya yang saya miliki. Saya tidak sanggup melihat dia kelak me-
   natap masa depan tanpa wajah yang sempurna! “ Ujar Ayah menangis.
   “Saya mengerti pak,, Saya mengerti! Tapi walaupun ada cara lain saya
   Tidak yakin ini bisa berhasil.!”
   Ayah bangkit dan seperti terjadi harapan mendengar kalimat itu.
   “Apapun caranya selain operasi, Saya rela Prof. Saya tidak ingin terjadi
   Hal yang buruk akibat operasi ini dan menjadikan masa depan putri saya
   Sebagai taruhan!!” Jelas ayah.
   Prof Mukhlis hanya diam sejenak dan mulai bicara pilihan lain.
   “Kemoterapi… Mungkin cara ini bisa membuat Keke sembuh tapi saya tidak
   Menjamin sama sekal. Saya akan berusaha agar cara ini berhasil! “
   “Apa itu Kemoterapi? “ Tanya ayah.
   “Kemoterapi sejenis pemberian obat-obat tertentu melalui darah yang bisa
   Membunuh pertumbuhan sel kanker. Obat ini adalah obat keras. Pada
   Kasus putri anda karena masih terlalu kecil, saya hanya takut adanya pe-
   nolakan dalam tubuhnya! “

• Gaya bahasa : Gaya bahasa bentuk ungkapan :

                                    Hal ini dapat dilihat dari bacaan hal 83 :
            → Aku merasa bagaikan makhluk asing yang tiba di Bumi. Ditempatkan
                 Di sebuah ruang kosong.
                       
• Sudut Pandang : → Sebagai Orang Pertama yang menceritakan tentang dirinya Sendiri.
            Bukti dapat dilihat dari bacaan Hal 5 :
            Hai sobat,,kenalkan. Namaku Gita Sesa Wanda Cantika.terlalu panjang ya..
            Ok! Biar gampang sebut saja namaku Keke. Aku anak ke-tiga dari tiga
            Bersaudara. Aku mempunyai dua kakak laki-laki,namanya juga dipersingkat
            Saja.Panggil mereka Chiko yang tampan dan Kiki yang manis.Hehehe….
            Jadi diantara keluarga ku, aku adalah anak perempuan satu-satunya.
• Amanat/pesan :
            `Jangan mudah menyerah menjalani hidup ini, meskipun harus menderita
            Penyakit kanker (Kanker Rabdomiosarkoma)
   Bukti → Hal 64 : “…Ayah..Keke udah cukup sabar.Tapi Keke sudah tidak sanggup
                   Lagi…!! Keke ingin menyerah dan lebih baik Keke mati saja..!!”




4 komentar:

Tio Bali mengatakan...

terima kasih buat mas Mohamad Anurudin.
tulisannya sangat membantu dalam tugas kuliah saya

Ulfapreciliastory mengatakan...

terima kasih ya
sungguh sangat membantu :)

Evan zairat mengatakan...

Makasih broo ... :D

deby febriani mengatakan...

makasih ya

Poskan Komentar

Jika Artikel Forum Komunitas Ilmu Bermanfaat Untuk Anda Silahkan Masukkan Email Valid Anda Untuk Medapat Update Terbaru Dari Kami Terimakasih

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


Tukar link atau disebut Link Exchange adalah untuk memper,erat tali persaudaraan diantara sesama blogger karna itulah jika sobat blogger ada yang  ingin Tukar Link dengan Forum Komunitas Ilmu silahkan anda copy Link kami dibawah ini:


Link Forum Komunitas Ilmu

Banner Forum Komunitas Ilmu
Photobucket


Dimohon perhatianya kalau anda pasang link saya disidebar saya juga pasang disidebar tapi......!kalau anda pasang di postingan saya juga pasang dipostingan sebelumnya minta maaf dan terima kasih.
NB:kalau link saya anda hapus link anda juga saya hapus.

Link Sahabat Blogger