Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Naskah Drama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Naskah Drama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2012

Naskah Drama Alibaba


 Naskah Drama Alibaba

Dahulu kala ada seorang pria yang bernama Alibaba, dia tinggal bersama istrinya, Zaitun. Mereka tinggal di sebuah rumah kumuh disebuah perkampungan dipinggir hutan. Kakaknya, baba Kasim, dia adalah orang kaya diperkampungan itu. Tapi dia sangat pelit dan sombong.

Pada Suatu hari...

Zaitun : Ali, maukah kau mencarikan kayu bakar untuk saya?

Alibaba : oh ... zaitun. Mengapa namamu Zaitun? Namamu begitu indahnya. Apa arti dari namamu itu? Namamu begitu harum semerbak.

Zaitun : Kamu tahu kalau aku bukanlah mawar, jadi tolong jangan lagi menggodaku! Cepat carikan aku kayu bakar!

Alibaba: Oke! tetapi kamu tahu kan kalau aku tidak punya banyak waktu!

Dengan gontai Alibaba pergi ke hutan untuk memenuhi permintaan istrinya istrinya.

Didalam hutan ketika Alibaba sedang mengumpulkan ranting-ranting untuk dijadikan kayu bakar, tiba-tiba dia mendengar percakapan.

Bandit 2 : kita mendapat emas lagi dari desa itu. Mari kita pergi ke gua dan menyimpannya!
Dipersembunyiannya.... AliBaba berguman sambil terus mengikuti mereka kedalam hutan.
Alibaba : Siapakah mereka? Biarkan aku mencari tahu!
Sampailah mereka disebuah gua yang tertutup batu.

Leader.b : Alakazam, Buka Pintu!
Setelah menyimpan emas, merekapun keluar lagi.
Leader .b : Mari kita pergi ke desa lain, kita tidak punya waktu untuk istirahat!
Setelah para perampok pergi.

Alibaba : Mmm ... Alakazam Buka Pintu! Wow, apa itu? Oh My God itu adalah emas! Saya ingin mengambil beberapa ... sebelum mereka datang.

Setelah mengambil beberapa keping emas dari gua itu, Alibabapun pulang tanpa membawa kayu bakar.

Alibaba: Honey, aku pulang!

Zaitun: Mana kayu bakarnya?

Alibaba: Tidak ada, tapi aku punya sesuatu yang lebih baik, Emas!

Zaitun: Apa? Apa sih yang kamu bicarakan?

Alibaba: Aku serius, sayang. Ini benar-benar emas!

Zaitun: darimana kamu mendapatkannya?

Alibaba: Aku mengambilnya dari para perampok.

Zaitun: Saya ingin memberikan beberapa kepada tetangga kita.

Alibaba: Pinjam mangkuk dari Kasimbaba. untuk mengambil emas

Zaitun, pergi ke Kasim baba's Mansion untuk meminjam mangkuk.

Zaitun: Permisi, boleh saya pinjam mangkuk?

Istri 1: Oh, kakak saya yang miskin! Tentu saja boleh.

Kasim baba: Sebuah mangkuk kecil atau mangkuk besar, hai perempuan?

Istri 2: mungkin bukan mangkuk kecil, hahaha!

Zaitun: Hmmm ... Saya ingin mangkuk paling besar yang ada di dunia.

baba Kasim: baiklah, berikannya mangkuk kepadanya! Tapi jangan kau makan emasnya! Hahahaha

Zaitun pulang ke rumah. Mereka memberi emas kepada tetangga mereka. Ketika, Alibaba mengembalikan kembali mangkuk untuk baba Kasim ...

Alibaba: Dear, saudaraku!

Istri 1: Eh, Darling manusia miskin.

baba Kasim: Oh jangan seperti itu! hey really2 saudara miskin.

Alibaba: really, kakak saya yang kaya! Saya ingin mengembalikan mangkuk Anda yang benar-benar sangat mahal.

Istri 2: lihatlah, manusia miskin telah mengambil emas ke dalam mangkuk kami.

baba Kasim: Apakah itu nyata? Oh, bagaimana kau mendapatkannya?

Alibaba: mmm ... hanya ikuti perampok.

Setelah baba Kasim mendapat penjelasan dari Alibaba, ia pergi ke gua pagi sekali dengan menunggangi seekor keledai.

baba Kasim: Dimana emas? Oh, aku tidak ingin terlihat oleh Alibaba manusia termiskin

Akhirnya baba Kasim menemukan gua tersebut. Dan ia sangat senang ketika ia melihat emas.

Kasim baba: Mmm ... apa password, oh yeah ... Ala mmm ... ka ... zam, Buka Pintu!

Kasim baba: Oh My God! Aku bisa menjadi raja, dan orang terkaya di dunia ini.

Ketika baba Kasim ingin pulang, ia lupa password sampai akhirnya para perampok datang.

baba Kasim: Apa sandi itu? Oh Lala ... mmm ada ... Avad Avada membuka pintu ... Alakazim membuka pintu oh tidak!

bandit 3: Alakazam, buka pintu! hey, Siapakah Anda?

Leader.B: Aku benci pencuri, Bunuh dia!

Kasimbaba: Oh silahkan, aku akan memberikan semua emas saya.

Leader.B: Sudah terlambat, Bagaimana Anda bisa sampai ke gua ini?

Kasim baba: Alibaba Memberitahuku. (Untitled - rencana sederhana)

Kasimbaba telah dibunuh oleh bandit, dan salah satu dari mereka mencari rumah Alibaba's. Setelah bertemu rumah, ia menyeberangi pintu, tapi Alibaba tahu taktik para bandit begitu ia menyeberangi semua pintu di desanya.

The Bandit 1: bos Ok, itu jelas! (Dengan handphone)

Alibaba: The bandit berusaha menemukan saya! mmm ... menarik!

Istri pertama Kasim Baba mendapat informasi bahwa suaminya telah dibunuh. Dan istri kedua sangat sedih, sehingga mereka pergi ke rumah Alibaba untuk memberitahunya.


Istri 1: Ali, apakah Anda tahu bahwa kakak Anda sudah mati?

Alibaba: Apa? kau bercanda? Tidak mungkin!

Istri 2: Apakah mereka di sini? Aku ingin membunuh mereka.

Alibaba: Tunggu sebentar. Siapa yang membunuhnya?

Istri 1: bandit itu, mereka memotong tubuhnya!

Alibaba: Umm ... saya punya ide untuk membalas dendam mereka.

Istri 1: Apa itu?

Alibaba tahu bahwa malam ini bandit akan datang ke rumahnya, jadi dia membuat rencana.

Leader.B: Yang mana rumah Alibaba's?

Bandit 1: Rumah yang pintu telah ditandai.

Bandit 2: Semua pintu di desa ini telah tandai.

Bandit 3: Anda menandai semua pintu, betapa bodohnya kamu?

LeaderB: Aku akan membunuh Anda, jika Anda melakukan kesalahan.

Bandit 1: Oh ... saya akan menemukannya bos

Bandit punya bingung, dan Alibaba memperhatikannya dari kejauhan.

Bandit 1: Umm ... maafkan saya Nona, yang manakah rumah Alibaba's?

Model: Ouh maaf, saya sangat sibuk. Jika Anda ingin tahu rumah Alibaba, rumah Yang terkecil didesa ini.

Bandit 1: Terima kasih, Boss.

Leader.B: Oke, karena kami berencana Ketika saya mengatakan Zaitun, Anda akan keluar dari drum dan kami akan membunuh Alibaba.

Bandit: Oke bos.

Pemimpin dari bandit datang ke rumah Alibaba's. Alibaba dan keluarga menyapa ramah.

Leader.B: Permisi, boleh saya bergabung dengan keluarga Anda untuk sebuah makan malam?

Alibaba: tentu saja, Istri saya telah membuat sup Zaitun Zaitun.

Istri 1: Apakah Anda ingin minuman?

Leader.B: Ya, saya

Istri 2: Apakah Anda Zaitun merchant?

Leader.B: Ya, saya adalah seorang ... pedagang zaitun.

Istri 2: Apa yang akan Merchant Zaitun lakukan di rumah kumuh ini?

Leader.B: Yah, aku sangat lelah dan aku terlalu lapar untuk menjual minyak Zaitun. (model) mengatakan bahwa keluarga ini sangat baik.

Alibaba: Oh istri saya, Zaitun terlalu lama memasak didapur.
Istri 1: Saya ingin membantu Zaitun di dapur.
Istri 2: Aku juga
Leader.B: Oooh ..., silakan?

Alibaba: Mengapa?

Pertama dan kedua istri baba Kasim dan Zaitun sedang menunggu di samping drum dan mereka mengambil sapu, palu, dan wajan penggorengan untuk memukul bandit.

Bandit 1: Aku telah mendengar "Zaitun" kata selama 16 kali.

Bandit 2: Mungkin itu adalah sinyal, bahwa kita harus keluar.

Bandit 3: Saya tidak berpikir begitu suara tampaknya berbeda

Bandit keluar dari drum dan Zaitun, dan istri Kasim baba's memukul mereka sampai mereka mati

Ketika pemimpin yang disebut bandit. Tak ada jawaban. Dan Alibaba mengatakan kepadanya bahwa bandit telah tewas. Dia berpikir Alibaba tidak tahu rencananya. Dan Alibaba membunuhnya.

Leader.B: Zaitun

Alibaba: Anda menyebut mereka tanpa efek apapun, karena mereka telah dibunuh, apa yang akan Anda lakukan sekarang pemimpin bandit?

Leader.B: Bagaimana Anda tahu? sehingga Anda perangkap saya! Saya tidak takut apa-apa.

Alibaba: Terus bermimpi! orang yang takut tidak ada orang yang mencintai apa-apa, jika demikian maka apa sukacita yang ada dalam hidup Anda

demikian Naskah Drama Alibaba semoga bermanfaat...
Baca Selengkapnya>>

Minggu, 04 Maret 2012

Naskah Drama What is Love


Unsur-unsur Instrinsik
WHAT IS LOVE???????


A.     Tema : Benci Jadi Cinta

B.      Tokoh dan Watak :
1.      Galang : Jail, Baik, Playboy.
2.      Elza : Baik, Cuek, Tomboy.
3.      Ale : Gokil, Baik, Usil.
4.      Chika : Baik, Setiakawan.
5.      Aldhy : Baik, Jail, Gokil.
6.      Rhena : Setiakawan, Baik.
7.      Kevin : Gokil, Jail, Romantis.
8.      Ghea : Baik, Lebay.

C.     Latar :
1.      Tempat : Sekolah
2.      Suasana : Rame, Seru
3.      Waktu : Pagi dan Siang hari

D.    Amanat: Sayangilah sahabatmu dan jadilah sahabat yang setia, jangan     pernah meniggalkan sahabat hanya untuk seorang kekasih. Karena, sahabat selalu ada saat kita suka atau duka, tapi kekasih hanya ada saat kita suka dan hilang saat duka
WHAT IS LOVE????????????

Matahari pagi mulai menyapa, sinarnya yang memancarkan kedamaian. Ditambah suara kicauan burung yang menambah indahnya Suasana pagi hari ini. Begitu pula dengan Ghea, Elza, Chika dan Rhena. Empat gadis cantik ini mengawali cerahnya pagi hari ini dengan kesibukan mereka sebagai seorang mahasiswi.
Elza : ( Datang Menghampiri) “dandan mulu loe?”(Menyenggol bahu Ghea)
Ghea: “ Idiiihhhh….. terserah gue, masalah buat loe???????”
Rhena : “Stoppp……pagi-pagi dah pada rebut, nggak rebut sehari napa???”
Chika : “Tau’ nih.”
Elza : “ Loe tuh!”
Ghea : “ Loe.”
Elza : “ Loe.”
Chika : “Stooppp……..brisik kalian berdua, kayak anak kecil aja.”
Rhena : “ Udah, mending langsung ke kampus aja.”
Elza, Ghea, Chika : “ Yukkk…!”
Setibanya mereka di kampus
Elza, Rhena, Chika : ( berjalan tanpa memperdulikan Ghea)
Ghea : “ Lhoh.. kok gue ditinggal, tungguin… gue kan belun bedakan.”
Rhena : “ Rempong amat sih loe.”
Elza, Chika : “ Ayo donk…”(menarik tangan Ghea dan Rhena)
            Disepanjang perjalanan menuju kelas mereka berbincang-bincang. Tapi, Elza berjalan menghadap kebelakang. Tiba-tiba…
Ghea, Chika, Rhena : “ Awas El…!”
            Gubrakkk.. Elza menabrak seseorang. Mereka adalah cowok-cowok yang digandrungi para mahasiswi dikampus tersebut.
Aldhy : “ Ehh.. kalau jalan pakek mata donkk.”
Elza : “ Heh, tolol banget sih loe,, dimana-mana tu jalan pakek kaki bukan pakek mata.”
Aldhy : “ Cewek songonk… kalau nggak ada mata mana bisa loe ngliat.”
Elza : “ Terserah gue donkk.. kaki-kaki gue, mata-mata gue, kenapa loe yang     
             repot??”
Aldhy, Rhena, Chika, Kevin, Galang, Ale : ( Meninggalkan mereka)
Elza : “ Ehh, kok gue ditinggal ?”
Aldhy : “Bro.. tungguin gue?”
Elza dan Aldhy : (Saling menatap)
Elza : “ Apa loe ?”
Aldhy : “Idihh… sapa juga yang ngliatin loe, dasar cewek songonk.”
Elza : “ Dasar tikus curut.”
            Elza berjalan sendiri menyusuri koridor sekolah,menujukelas. Sesampainya di kelas.
Ghea : “ Abis dari man aloe El?”
Chika : “ Iya.. lama amat.”
Rhena : “ Loe kayak kagak tau si Elza aja, paling juga abis berantem ama pangerannya.”
Elza : “ Apaan sih loe.. tikus curut kayak gitu aja dipanggil pangeran, cuuiiihhh!”
Ghea : “ Ehh, tapi dia ganteng tau, masak loe nggak mau ama dia??”
Elza : “ Ogahhh….!”
Chika : “ Masalah cowok aja langsung nyantol dehh tu otak.”
Ghea : “ Mank masalah buat loe??”
Chika : “ Bangettt…..!!!!”
            Seiring dengan berjalannya waktu, empat gadis ini semakin akrab dengan empat cowok yang awalnya mereka benci. Waktu istirahat di kantin sekolah.
Elza : “ Kok gue jadi mikirin si Aldhy,  napa nihh?” (batinku)
Chika : “ El, tumben loe diem aja?”
Elza : “ Biasa aja.”
Aldhy : “ Pagi El”
Rhena : “ Cuma Elza aja nih yang dipanggi’l, kita-kita enggak?”
Aldhy : “ Eh.. iya maaf, pagi para bidadari!”
Ghea : “ Telat Al..”
Kevin : “ Rhen, ikut gue bentar yukk..!”
Rhena : “ Kemana?”
Kevin : “ Udahh ayokk…!” (menarik tangan Rhena)
Galang : “ Gue juga dehh… Chik, ma gue yukk!”
Chika : “ Ada syaratnya?”
Galang : “ Apa?”
Chika : “ Beliin gue yuppi.”
Galang : “ Yuppi mulu loe.. Iya-iya gampang !”
Chika : “ Asikkk… dapet yuppi gratis.”
Ale : “ Ghe.. kayaknya kalau kita disini ganggu dehh, mending nyusul mereka aja yukk!”
Ghea :  “ Iya.. daripada ganggu.”
            Hanya ada Aldhy dan Elza yang berada di kantin
Aldhy : “ Pergi aja sana,, nggak usah balik kesini.” (sedikit teriak)
            Sementara Rhena dan Kevin lagi ngobrol serius di taman.
Kevin : “ Rhen..”
Rhena : “ Ada apa Vin?”
Kevin : “ Emm… emmm.. Gue boleh ngomong?”
Rhena : “  Ngomong aja, nggak ada yang kok.”
Kevin : “ Gu.. gue suka ama loe!”
Rhena : “ Ha? Loe bercanda kan ?”
Kevin : “ Gue serius Rhena, loe mau kan jadi pacar gue?”
Rhena : “ Emm.. maaf, mungkin buat kali ini gue belum bisa nrima perasaan loe.
                Mungkin loe bisa dapet yang lebih baik dari gue!” (memegang pundak
                Kevin )
Kevin : “ Gue akan tunggu loe Rhena.”
            Sedangkan Galang dan Chika
Chika : “ Terus ngapain kita disini?”
Galang : “ Nggak ngapa-ngapain.. Chik, gue boleh nanya sesuatu nggak ?”
Chika : “ Boleh-boleh… apa?” (semangat)
Galang : “ Rhena itu anaknya gimana sihh, terus dia paling suka apa ?”
Chika : “ Yaelahh.. kirain mau nembak gue.. nggak taunya malah nanya soal
                Rhena.” (batinku)
Galang : “ Hello… loe dengerin gue kan ?” ( melambai-lambaikan tangan didepan
                  Muka Chika)
Chika : “ Emm.. iya, apa-apa?”
Galang : “ Yaelah.. lemot amat sihh, kagak jadi dehh!”
            Setelah kejadian tadi, Chika malah menyendiri dan mencari Rhena.
Rhena : “ Chika,, ngapain loe sendirian disini ?”
Chika : “ Nggak papa..”(cuek)
Rhena : “ Loe kenapa jadi sewot gini ama gue?”
Chika : “ Biasa aja.”
Rhena : “ Jujur dehh.. ada apa ?”
Chika : “ O.. iya, loe tadi dicari Galang.”
Rhena : “ Ada urusan apa dia cari gue?”
Chika : “ Suka sama loe kali.”(pergi)
Rhena : “ Heyy.. Chik.. Chika!”
            Tiba-tiba Galang datang.
Galang : “ Hay Rhen.”
Rhena : “ Galang? Kenapa ? katanya Chika loe nyari gue?”
Galang : “ Enggak tuhh.. tapi gue mau ngomong ma loe?”
Rhena : “ Gimana sih loe? mau ngomong apa ?”
Galang : “ Gue suka ama loe!”
Rhena : “ What? Apa tadi Chika marah gara-gara ini?”(batinku)
Galang : “ Rhe.. jawab donk!”
Rhena : “ Ha? Sorry.. tapi ada seseorang yang pantes jadi milik loe daripada gue.”
Galang : “ Kok loe gitu sih? Hargai perasaan gue donkk Rhe.. gue udah nyimpen
                  perasaan ini lama.” 
Rhena : “ Enggak lang, gue lebih suka kita sahabatan! Seharusnya loe juga hargai
                perasaan gue donk, dan hargai perasaan Chika.”
Galang : “ Apa urusannya ama Chika?”
Rhena : “ Suatu saat loe bakal ngerti!” (pergi)
Galang : “ Rhe.. Rhena, arrgghhhhhhhhh……..!”
            Dan saat itu Chika mendengarnya, Ghea pun datang menghampiri Chika.
Ghea : “ Chika? Loe kenapa ?”
Chika : “ Enggak! Gue nggak napa-napa kok.” (sambil menghapus air mata)
Ghea : “ Ihh.. kok kamu nangis ?” (memeluk Chika)
Chika : “ Gue cuma sakit hati.” (membalas pelukan Ghea)
Datang Rhena
Rhena : “ Chika ?”
Chika : “ Rhe.. maafin gue ya udah kasar ama loe!”
Rhena : “ Nggak papa lagi.. gue juga ngerti perasaan loe!”
Chika : “ Iyya.. makasih ya!”
Rhena : “ Kenapa loe nggak ngaku aja?”
Chika : “ Enggak, gue cuma kagum ma dia, nggak lebih.”
Rhena : “ Ahh.. masak, nggak nyesel?”
Chika : “ Apaan sihh?”
Ghea : “ Kalian pada ngomongin apaan sih?”
Rhena dan Chika : “ Bedak loe tuhh.. lunturr!”
 Ghea : “ Ihh.. gue serius tau.”
Rhena dan Chika : ( ketawa )
            Dilain tempat Elza dan Aldhy.
Elza : “ Loe nggak ikut ma mereka?”
Aldhy : “ Kalau gue pergi ma mereka loe ma sapa?”
Elza : “ Peduli apa loe ma gue?”(pergi)
Aldhy  : “ El.. gue suka ama loe!”(sedikit berteriak)
Elza : “ (datang menghampiri Aldhy) “ Apa loe bilang?”
Aldhy : “ Gue suka ama loe!”
Elza : “ Gue nggak bisa jawab sekarang.”(pergi)
            Ketiga sahabat Aldhy, dating menemui Aldhy.
Kevin : “ Haii masbro?”
Ale : “ Tuh muka kusut amat?”
Galang : “ Kayaknya playboy lagi patah hati nih!”
Kevin , Ale dan Galang : (tertawa)
Ale : “ Loe kenapa sih?’’
Aldhy : “ Gue abis nyatain perasaan gue ke Elza, tapi…”
Galang : “ Tapi apa?”
Aldhy : “ Dia belum ngasih jawaban.”
Ale : “ Ya.. sabar aja masbro.”
Kevin : “ Pasti ditrima kok.. Ya nggak ?”
Galang dan Ale : “ So’ pasti.”
            Lain lagi dengan Elza yang sedari tadi menyendiri.
Elza : “ Gue mesti gimana nihh.’(batinku)
            Ketiga sahabat Elza dating menemui Elza.
Ghea : “ Loe kenapa El?’’
Chika : “ Iya nih.. dari tadi nggak gabung ama kita-kita!”
Elza : “ Nggak napa-napa kok.”
            Ketika mereka mau beranjak dari tempat duduknya. Tiba-tiba.,,.
Chika : “ Dunia ni sempit banget apa yya??”
Ghea : “ Tau’ nihh.. kemana kita pergi selalu ada 4 tikus curut ini.”
Aldhy : “ Ribut mulu sih kalian, El gue butuh jawaban loe soal tadi siang.”
Aldhy : “ Loe mau kan jadi cewek gue?”
Rhena : “ uhukk…uhukkk”(tersedak)
Ale : “ Loe kenapa?”
Rhena : “ Nggak papa.”
Galang : “ Jawab donkk El,, kasian tu Aldhy!”
Elza : “ Oke, gue ngaku gue suka ama loe!”
Aldhy : “ Terus?” (semangat)
Elza : “ Tapi maaf, gue nggak bisa trim aloe jadi pacar gue. Gue pikir kalau kita
            Sahabatan lebih seru.”
Aldhy : “ Tapi El…”
Elza : “ Maafin gue, tapi gue lebih suka temenan daripada kita pacaran.”
Aldhy : “ Iya.. maafin gue juga udah maksa loe buat jadi pacar gue.”
Elza : “ Iya.. nggak papa, gue ngerti perasaan loe!”
Rhena : “ Jadi sekarang nggak ada tikus curut ama cewek songonk lagi donk?”
Semua : (tertawa)
            Akhirnya, mereka bisa mengalahkan rasa suka itu dengan persahabatan. Mereka sadar bahwa persahabatan itu lebih indah dari segalanya. Dan.. Aldhy sama Elza itu , benci jadi cinta tapi tetep sahabatan, yang awalnya kayak tikus ama kucing sekarang jadi kayak lem ama kertas.

Mungkin ini juga anda cari Naskah Drama Ibu dan Anak......
Baca Selengkapnya>>

Naskah Drama Ibu dan Anak


 Pada suatu hari ada sebuah keluarga yang hidup sederhana. Janda dengan dua putri. Putri sulungnya sangat keras kepala, susah diatur dan suka berfoya-foya. Sedangkan putri bungsunya baik hati dan selalu menjaga ibunya. Ibu dengan dua putri tersebut bernama Siti Aminah. Putri sulungnya bernama Vita dan putri bungsunya bernama Fitria.

Vita                 : Bu…. Ibu …. Mana sich ibu dipanggil nggak nyaut-nyaut. ( teriak Vita )

Ibu                   : Ada apa nak ?

Vita                 : aku mau minta uang.

Ibu                   : Buat apa nak ? Ibu lagi nggak punya uang.

Vita                 : Jangan bohong bu. Ibu pasti punya simpanan uang.

Ibu                   : Beneran nak. Ibu nggak ada uang.

Vita                 : Sudahlah bu, ibu nggak usah bohong. Aku tahu kalau ibu punya tabungan.

Ibu                   : Tabungan ibu sudah habis nak soalnya buat biaya sekolah adikmu.

Vita                 : Oh…. Awas saja bu. Aku akan cari di lemari ibu. ( dengan wajah yang kesal Vita                        mengobrak – ngabrik lemari ibunya )

Ibu                   : Nak jangan.

Vita                 : Ini apa bu. Ibu berani bohong ya sama Vita.

Ibu                   ; Nak, uang itu buat kehidupan sehari-hari.

Vita                 : Ibu kan bisa kerja lagi. Vita butuh uang banyak buat kepentingan Vita.

Ibu                   : Tapi nak. Besok kita mau makan pakai apa kalau uangnya kamu ambil semua.

Vita                 : Itu terserah ibu  Aku nggak mau tahu.

Fitria                : Assalamualaikum. (Fitria baru pulang dari sekolah )

Ibu                   : Waalaikumsalam. Sudah pulang nak.

Fitria                : Sudah bu. Ibu kenapa menangis ?

Ibu                   : Nggak ada apa-apa kok nak.

Fitria                : Kakak… Kakak ya yang buat ibu menangis ? ( tanya Fitria )

Vita                 : Kalau ya kenapa ???

Fitria                : Kakak jahat banget sama ibu, padahal ibu yang telah ngebasarin kakak.

Vita                 : Sudahlah anak kecil nggak usah ikut campur. ( Vita keluar rumah )

      Selang beberapa waktu teman Fitria datang ke rumah untuk mengerjakan tugas. Mereka bernama Ani dan Ita.

Ani dan Ita      : Assalamualaikum.

Ibu                   : Waalaikumsalam. Eh…. Ani, Ita silakan duduk. Fitrianya masih ada di belakang.

Ani dan Ita      ; Ya ibu, terima kasih.

Ibu                   : Fitria ….. Fitria. Sini nak, ini ada Ani dan Ita. ( teriak ibu memanggil Fitria )

Fitria                : Ya bu. ( Fitria jalan menghampiri ibu, Ani dan Ita )
Ani dan Ita      : Hi ….
                         Kita jadi kan ngerjain tugas bareng.

Fitria                : jadi donk !!!
                        Ya sudah ayo kita mulai.

Ani dan Ita      : Ayo ….!

    Beberapa saat kemudian Vita dan temannya datang ke rumah. Temannya Vita bernama Nandini.

Vita                 : Eh… Fitria ibu mana ?

Nandini           : Ya…. Ibu kamu mana ?

Fitria                : nggak tahu.

Vita                 : Kamu tu ya ditanya kakak jawab seperti itu, nggak sopan.

Fitria                : Kenapa aku harus sopan. Kakak aja nggak pernah sopan sama ibu.

Vita                 : Eh…. Anak kecil dibilangin malah nyolot.

Ibu                   : Ada apa nak ? kok kalian bertengkar. Apa kalian nggak malu sama teman-teman kalian ?

Vita                 : Nah… Ini ibu. Ibu Vita mau minta uang.

Ibu                   : Uang apa lagi nak. Ibu sudah nggak punya uang lagi soalnya uangnya sudah kamu ambil semua.

Vita                 : Oh… jadi ibu nggak mau ngasih uang Vita. Baiklah aku akan pergi dari sini dan aku nggak mau jadi anaknya orang mlarat seperti ibu.

Ibu                   : Jangan nak. Kamu jangan pergi. Ibu sayang sama kamu, ibu nggak mau kehilangan kamu.

Vita                 : Kalau ibu sayang sama aku seharusnya ibu ngasih uang aku.

Fitria                : Kakak ini sudah dibilangin kalau ibu nggak punya uang, tetep aja maksa ibu buat ngasih uang.

Vita                 ; Kamu jangan ikut campur urusan kakak.

Nandini           : Vit aku laper pengen makan.

Vita                 : Ya… Kamu ke dapur sana.

Nandini           : Vit … Vita…. ( teriak Nandini )

Vita                 : Ada apa ???

Nandini           : Mana makanannya. Orang disini kosong, nggak ada apa-apa.

Vita                 : Bu… Ibu. ( teriak Vita )

Ibu                   : Ada apa nak ?

Vita                 : Makanannya mana ? Aku sama temanku laper bu.

Ibu                   : Ibu nggak masak nak, soalnya ibu nggak punya uang buat beli bahan makanan.

Vita                 : lha terus kita gimana ? Kita tu kelaperan bu. Kita pengen makan. Aku nggak mau tahu, pokoknya ibu harus nyiapin makanan sekrang juga.
Ani dan Ita      : Fitria kita pulang dulu ya.

Fitria                : Iya… Maaf ya tadi aku dan kakakku berantem didepan kalian.

Ani dan Ita      : Ya… Nggak apa-apa. Ya… sudah kami pulang dulu. Assalamualaikum.

Fitria                : Ya… Waalaikumsalam.

Ibu                   : Fitria bantuin ibu nyiapin makanan buat kakakmu.

Fitria                : Memangnya ibu punya uang buat beli bahan makanan.

Ibu                   : Ini ibu ada sedikit uang. Ayo nak kita mulai masaknya.

Fitria                : Ya… bu.

    Selama ibu dan Fitria sibuk memasak, Vita dan Nandni bersantai-santai di teras rumah.

Nandini           : Eh… Vit ibu kamu udah selesai belum masaknya soalnya aku ini laper banget.

Vita                 : Ya … Aku tanyakan dulu.
                        Ibu… Ibu masaknya sudah selesai belum ?

Ibu                   : Belum nak. Sebentar lagi.

Vita                 : Cepat bu masaknya. Vita sudah banget nich…

Fitria                : Kakak tu jangan bisanya perintah ibu aja. Bantuin ibu gitu biar cepat selesai.

Vita                 : Eh… Kamu. Kamu kan udah bantuin ibu, kenapa kakak harus ikut bantuin ibu. Kakak tu capek tahu nggak sich.

Fitria                : Capek ngapain kak, kerjaan kakak kan cuma makan, tidur dan main aja.

Vita                 : Biarin aja ibu aja nggak marah sama kakak.

Fitria                : Ya lach ibu nggak marah soalnya ibu kan sayang sama kakak. Kakak nggak pernah ya ngrasain sedikit kasih sayang dari ibu ?

Vita                 : Kalau ibu sayang sama aku, seharusnya ibu mencukupi kebutuhanku.

Fitria                : Kakak tu selalu nganggap kalau kakak tu orang kaya. Kakak lihat donk gimana susahnya ibu ngebesarin kita sendirian. Kita tu udah lama ditinggal sama ayah kita. Seharusnya sebagai anak yang tertua tu harus bisa bantuin ibu. Nggak malah bisanya nyakitin hatinya ibu aja.

Vita                 : Eh… Kamu nggak usah banyak omong ya.

Ibu                   : Udah nak, kalian jangan berantem lagi. Vita masakannya udah siap, kalian silakan makan.

Vita                 : Nandini sini makanannya udah siap.

Nandini           : Ok.

      Setelah Vita dan Nandini makan, mereka langsung pergi.

Nandini           : Ayo Vit kita pergi.

Vita                 : Ayo.
                        Bu Vita mau pergi dulu sama Nandini.

Ibu                   : Pergi kemana nak ?

Vita                 : Main lach bu. Kayak nggak ngerti anak muda aja.

Ibu                   : Tapi nak kalau pulang jangan malam-malam ya.

Fitria                : Sana pergi. Sekalian aja nggak usah pulang.

Ibu                   : Fitri, kamu nggak boleh ngomong seperti itu sama kakakmu.

Fitria                : Biarin aja. Aku tu udah kesel banget sama kakak. Dia tu nggak pernah peduli sama kita, buat apa kita peduli ama dia.

Ibu                   ; Jangan bilang gitu nak.

Fitria                : Kenapa sich ibu selalu belain kakak. Ibu seharusnya sadar kalau anak ibu yang satu ini tu kurang ajar sama ibu. Udah lach ibu nggak usah peduliin dia, nggak usah belain dia lagi. Fitria udah nggak mau punya kakak lagi yang seperti dia.

Ibu                   : Udah nak kamu jangan bilang gitu.

Vita                 : Ya… udah kalau kamu nggak mau punya kakak seperti kakak. Aku juga nggak mau punya adik kayak kamu. Kamu tu selalu aja ikut campur urusanku.

Ibu                   : Vita, Fitria, kalian jangan bertengkar terus. Kalau kalian bertengkar kayak gini rasanya hati ibu sakit melihat anak-anak ibu pada berantem. Ibu sayang sama kalian semua.

Vita                 : Sayang apaan. Kalau ibu sayang sama aku, kenapa ibu nggak pernah bisa ngasih apa yang aku mau.

Fitria                : Itu bu, anak ibu yang ibu sayang sikapnya kayak setan aja. Udah nggak pernah menghormati ibu, nggak pernah menghargai ibu. Pokoknya dia tu jahat banget sama kita, bu.

Ibu                   : Udah lach nak. Jangan seperti itu, gitu-gitu dia kakakmu.

Vita                 : Alach,,,, biarin aja dia mau bilang apa aku nggak peduli, udah aku mau pergi dulu. Ayo kita pergi din.

Nandini           : Ayo …

       Setelah beberapa saat Ani dan Ita datang ke rumah Fitria.

Ani dan Ita      : Assalamualaikum.

Ibu dan Fitria  : Waalaikumsalam.

Fitria                : Ada apa kalian kemari ?

Ani                  : Kami kemari mau ngasih kabar kalau kak Vita kecelakaan.

Ibu                   : Apa nak. Kalian nggak bohong kan.

Ita                    : nggak bu, kami nggak bohong.

Ibu                   : Sekarang Vita ada dimana ?

Ita                    : Sekarang kak Vita ada di depan sana bu. Ayo bu kita kesana aja.

Ibu                   : Ya sudah, ayo…

           Setelah Ibu, Fitria, Ani dan Ita sampe disana, Vita langsung dibawa pulang sama Ibu dan
Fitria.

Vita                             : Ibu, Vita minta maaf ya atas perbuatan Vita ke ibu. Vita menyesal telah jahat sama ibu , dan Fitria kakak minta maaf ya atas kesalahan-kesalahan yang kakak lakuin ke kamu.

Ibu                               : Ibu sudah maafin kamu kok, nak.

Fitria                            : Fitria juga udah maafin kakak kok.

Vita                             : Makasih ya bu, makasih ya Fit.

Ibu                               : Ya nak.

Fitria                            : Ya kak.

       Sekarang Vita, Fitria dan ibu hidup bahagia. Demikian Naskah Drama Ibu dan Anak semoga bermanfaat....

TAMAT

Baca Selengkapnya>>
Jika Artikel Forum Komunitas Ilmu Bermanfaat Untuk Anda Silahkan Masukkan Email Valid Anda Untuk Medapat Update Terbaru Dari Kami Terimakasih

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


Tukar link atau disebut Link Exchange adalah untuk memper,erat tali persaudaraan diantara sesama blogger karna itulah jika sobat blogger ada yang  ingin Tukar Link dengan Forum Komunitas Ilmu silahkan anda copy Link kami dibawah ini:


Link Forum Komunitas Ilmu

Banner Forum Komunitas Ilmu
Photobucket


Dimohon perhatianya kalau anda pasang link saya disidebar saya juga pasang disidebar tapi......!kalau anda pasang di postingan saya juga pasang dipostingan sebelumnya minta maaf dan terima kasih.
NB:kalau link saya anda hapus link anda juga saya hapus.

Link Sahabat Blogger